Tasikmalaya, Lokacita: Hari Otonomi Daerah ke-30 bukan sekadar peringatan tahunan. Di Kabupaten Tasikmalaya, momentum ini menjadi pengingat bahwa pembangunan harus dimulai dari desa.
Bupati Tasikmalaya, H Cecep Nurul Yakin, memimpin langsung upacara yang digelar di Halaman Sekretariat Daerah Kabupaten Tasikmalaya. Di tengah semangat desentralisasi, perhatian besar diarahkan pada penguatan desa melalui tata kelola berbasis data.
Bagi masyarakat, kebijakan yang tepat sasaran lahir dari data yang akurat. Di sinilah program desa cinta statistik memainkan peran strategis.
Desa Cantik Bawa Perubahan Nyata
Program Desa Cinta Statistik dirancang untuk meningkatkan kemampuan aparatur desa dalam mengelola data.
Dengan data yang valid, pembangunan desa dapat dilakukan secara lebih efektif dan efisien.
Tiga desa di Kabupaten Tasikmalaya menjadi pionir pada 2026, yakni Papayan, Cintaraja, dan Jatihurip.
Ketiganya diharapkan menjadi model pengembangan desa berbasis statistik bagi wilayah lain.
Hari Otonomi Daerah ke-30 menjadi titik awal penguatan kapasitas desa menuju tata kelola yang modern.
Dampak Langsung bagi Masyarakat
Keberadaan program desa cinta statistik akan dirasakan langsung oleh warga.
Perencanaan pembangunan akan lebih tepat sasaran karena berdasarkan kondisi riil lapangan.
Mulai dari infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi, seluruh program dapat dirancang lebih akurat.
Kabupaten Tasikmalaya membutuhkan desa-desa yang mampu membaca kebutuhan masyarakat melalui data.
Inilah esensi utama otonomi daerah yang sesungguhnya.
Sensus Ekonomi 2026 untuk Kesejahteraan
Selain Desa Cantik, pemerintah juga mempersiapkan sensus ekonomi 2026.
Data ekonomi yang terkumpul nantinya akan memetakan potensi UMKM, industri kreatif, serta sektor unggulan lainnya.
H Cecep Nurul Yakin menilai sensus ekonomi 2026 sangat penting untuk memperkuat ekonomi kerakyatan.
Kebijakan berbasis data akan melahirkan program yang lebih tepat, efektif, dan berkelanjutan.
Otonomi untuk Masa Depan
Hari Otonomi Daerah ke-30 mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan bergantung pada kemampuan daerah memahami warganya.
Melalui program desa cinta statistik dan sensus ekonomi 2026, Kabupaten Tasikmalaya menyiapkan fondasi pembangunan masa depan.
Bupati Tasikmalaya optimistis, dengan data yang kuat, pelayanan publik akan semakin berkualitas.
Hari Otonomi Daerah ke-30 menjadi simbol transformasi Kabupaten Tasikmalaya menuju pemerintahan yang lebih cerdas, responsif, dan dekat dengan masyarakat.






