Selasa, April 28, 2026
spot_img

GTRA Tasikmalaya Diperkuat, Bupati Cecep Soroti Potensi Agraria

Tasikmalaya, Lokacita : Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat pengelolaan sumber daya agraria. Hal itu ditandai dengan digelarnya rapat koordinasi Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Kabupaten Tasikmalaya yang dipimpin langsung oleh Bupati Tasikmalaya, H Cecep Nurul Yakin, di Pendopo Baru, Senin (27/4/2026).

Rapat tersebut menjadi momentum penting dalam mempercepat penataan, pengelolaan, sekaligus pemanfaatan lahan agar mampu memberikan nilai ekonomi dan sosial yang lebih besar bagi masyarakat.

GTRA Jadi Fokus Penataan Lahan di Tasikmalaya

Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) dinilai sebagai instrumen strategis dalam mendorong pemerataan akses terhadap tanah sekaligus meningkatkan produktivitas sektor pertanian dan ekonomi kerakyatan.

Dalam arahannya, H Cecep Nurul Yakin menyoroti besarnya potensi agraria yang dimiliki daerahnya. Menurutnya, Kabupaten Tasikmalaya memiliki potensi agraria yang besar, baik dari sisi luas lahan, kesuburan tanah, maupun peluang pengembangan sektor pertanian dan perkebunan.

Bupati Cecep: Potensi Besar Harus Dikelola Optimal

Bupati Tasikmalaya menilai, selama ini masih terdapat ruang yang luas untuk melakukan penataan ulang terhadap pemanfaatan lahan di wilayahnya. Ia menekankan pentingnya langkah konkret agar seluruh aset agraria dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Terkait dengan penataan pengelolaan tanah dan pemanfaatan tanah di Kabupaten Tasikmalaya, dari keseluruhan luas yang kita miliki, saya melihat sebuah potensi besar,” ujar H Cecep Nurul Yakin dalam sambutannya.

Ia menambahkan, penataan lahan harus dilakukan secara terarah, terukur, dan berkelanjutan. Tujuannya tidak lain adalah untuk menghadirkan kemakmuran bagi masyarakat, khususnya para petani dan pelaku usaha di sektor agraria.

Pernyataan tegas juga disampaikan Bupati saat mengingatkan seluruh pihak agar tidak menyia-nyiakan potensi yang dimiliki. Menurutnya, kekayaan agraria harus menjadi kekuatan utama pembangunan daerah.

“Jangan sampai orang Tasik seperti tikus mati di dalam lumbung,” tegasnya.

Ungkapan tersebut mencerminkan harapan besar agar masyarakat Kabupaten Tasikmalaya benar-benar menjadi pelaku utama dalam pemanfaatan kekayaan alam yang tersedia.

Sinergi Lintas Sektor Percepat Reforma Agraria

Rapat koordinasi Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) ini dihadiri berbagai unsur strategis. Mulai dari para Asisten Daerah, kepala perangkat daerah, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Tasikmalaya, Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda, hingga Sekretaris Jenderal Serikat Petani Pasundan.

Kehadiran berbagai pemangku kepentingan tersebut menunjukkan bahwa reforma agraria bukan hanya urusan pemerintah semata. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan implementasi program di lapangan.

Bupati Tasikmalaya berharap sinergi antarinstansi dapat terus diperkuat, terutama dalam menyelesaikan berbagai persoalan pertanahan, legalisasi aset, redistribusi lahan, hingga pemberdayaan masyarakat berbasis agraria.

Reforma Agraria untuk Kesejahteraan Rakyat

Pelaksanaan Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) memiliki peran penting dalam menciptakan keadilan agraria. Program ini bukan sekadar penataan administrasi pertanahan, melainkan juga upaya memperluas akses masyarakat terhadap sumber-sumber ekonomi.

Di Kabupaten Tasikmalaya, sektor agraria masih menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat. Karena itu, optimalisasi lahan diyakini mampu meningkatkan pendapatan warga, membuka lapangan kerja, serta mengurangi ketimpangan sosial.

Tasikmalaya memiliki potensi agraria yang besar. Dengan pengelolaan yang tepat, potensi tersebut dapat menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Priangan Timur.

Komitmen Berkelanjutan Pemerintah Daerah

Langkah Bupati Tasikmalaya dalam memperkuat GTRA menjadi sinyal positif bagi masa depan pembangunan daerah. Reforma agraria diharapkan tidak berhenti pada tataran perencanaan, tetapi benar-benar diwujudkan melalui program nyata yang menyentuh masyarakat.

H Cecep Nurul Yakin menegaskan bahwa keberhasilan reforma agraria harus diukur dari meningkatnya kesejahteraan masyarakat, khususnya petani dan warga pedesaan.

Dengan dukungan seluruh pihak, Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) di Kabupaten Tasikmalaya diyakini mampu menjadi motor penggerak pemerataan ekonomi, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian daerah. Kabupaten Tasikmalaya memiliki peluang besar untuk menjadikan sektor agraria sebagai fondasi utama pembangunan berkelanjutan.

Bagikan

Komentar

Artikel Terkait
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -
Google search engine

Terbaru