Rabu, Februari 28, 2024
spot_img

Bersama Lawan Stunting, BKKBN dan DPR RI Jalankan Program di Kabupaten Bekasi

Daerah, Lokacita: Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bersama Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indinesia (DPR RI) terus bersama lawan stunting.

Kedua lembaga ini bekerja sama erat dengan untuk meluncurkan program penurunan stunting yang ambisius. Mereka menggelar serangkaian sosialisasi di Desa. Wibawamulya, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi pada Minggu, (8/10/2023).

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Drg. Putih Sari turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menyampaikan terima kasih atas perhatian seluruh pihak yang turut serta dalam pencegahan stunting, khisusnya di Bekasi.

Di hadapan ratusan warga yang hadir Putih menjelaskan bahwa stunting merupakan kondisi ketika anak-anak mengalami pertumbuhan terhambat akibat gizi buruk.

Menurutnya, ini telah menjadi masalah serius di Indonesia. Maka dari itu, kata dia, BKKBN bersama DPR RI melakukan langkah-langkah konkrit telah diambil untuk mengatasi masalah ini.

“Kami berkomitmen untuk mengakhiri stunting di Kabupaten Bekasi. Ini adalah tugas bersama. Dan kami sangat bersyukur atas dukungan penuh dari BKKBN, yang berperan aktif dalam merancang dan mendukung program ini,” kata dia.

Dalam sosialisasi itu, Putih menekankan bahwa pentingnya edukasi tentang gizi seimbang bagi anak-anak, pola makan yang sehat, dan pemberian nutrisi yang tepat pada masa pertumbuhan.

Selain itu, lanjut dia, ada kegiatan pemantauan pertumbuhan anak secara rutin untuk memastikan perkembangan yang optimal.

“Dengan program sosialisasi ini, pihaknya berharap masyarakat Kabupaten Bekasi semakin sadar. Betapa pentingnya peran setiap individu dalam mencegah stunting.

“Kegiatan ini adalah upaya bersama. Guna memberikan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak kami,” kata Putih.

Sementara itu, Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat, Angela Sri Melani Winyarti, S.E., M.M., mengatakan bahwa untuk angka stunting ada di angka 10,8%.

Dia berharap angka ini bisa terus turun. Karena itu, diperlukan kerja bersama dari seluruh pihak untuk melakukan pencegahan dan melaksanakan program lawan kasus stunting.

Hal yang sama disampaikan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Bekasi Dr. Firzawati, S.Si., APT., M.Km.

Ia menegaskan, dalam penanganan penurunan stunting harus dimulai dari peran aktif dari ibu-ibu yang memiliki balita atau batita.

Dia menilai, tidak ada kata terlambat untuk terus bekerja sama dalam menurunkan kasus stunting di Indonesia.

Selain sosialisasi, pihaknya pun menekankan program pemantauan pertumbuhan anak di berbagai daerah, dengan tujuan untuk mendeteksi dini anak-anak yang berisiko stunting.

Bagikan

Komentar

Artikel Terkait
- Advertisment -spot_img

Terbaru