Ciamis – Iringan lantunan shalawat dan semangat kebersamaan mewarnai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dirangkaikan dengan Milad ke-46 Pondok Pesantren Banyulana, Desa Jelat, Senin (08/09/2025). Acara yang dibalut dengan kegiatan Sinau Ngaji Tani ini menghadirkan perpaduan antara nilai keagamaan, pendidikan pesantren, dan ikhtiar nyata menjaga kelestarian alam melalui pertanian organik.
Dengan tema “Ngarumat Jagat, Mupusti Lemah Cai”, para kiai, santri, dan masyarakat yang hadir seolah diingatkan kembali bahwa keberkahan hidup tidak hanya diraih lewat ibadah, tetapi juga lewat kepedulian pada bumi dan lingkungan.
Semangat itu kemudian dipertegas oleh kehadiran Bupati Ciamis, H. Herdiat Sunarya, yang hadir langsung menyampaikan arah pembangunan daerah.
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa Ciamis sedang bersiap menuju Kabupaten Organik. “Lahan kita sudah lama terkontaminasi zat kimia.
Pertanian organik adalah solusi agar hasil panen lebih sehat, lebih unggul, dan jelas pasarnya. Saya ingin gerakan ini menjadi budaya bertani masyarakat Ciamis,” ucapnya.
Sebagai bentuk nyata, Pemkab mendorong desa-desa memanfaatkan tanah bengkok minimal satu hektare untuk padi organik. Hingga kini, baru tercatat 265 hektare lahan yang sudah diterapkan. “Jumlah ini masih jauh dari harapan, maka saya mengajak seluruh masyarakat, termasuk pesantren, untuk bersama-sama menjadi pelopor pertanian organik,” tambahnya.
Selain soal pertanian, Bupati juga menyinggung persoalan sosial yang kian marak. Ia mengingatkan masyarakat agar lebih peka terhadap meningkatnya kasus kekerasan dan penyimpangan seksual, yang hingga Agustus 2025 tercatat mencapai sekitar 50 kasus.
“Saya titip pesan, mari kita tingkatkan pengawasan terhadap anak-anak dan remaja agar mereka tidak terjerumus pada pergaulan negatif,” tegasnya.
Herdiat pun menekankan pentingnya menjaga kondusivitas di tengah situasi nasional yang kurang stabil. “Ciamis punya warisan leluhur: cinta damai. Nilai luhur ini harus terus kita jaga,” ujarnya.
Di akhir sambutan, Bupati menyampaikan ucapan selamat Milad ke-46 untuk Ponpes Banyulana. “Empat puluh enam tahun adalah perjalanan panjang. Semoga Ponpes Banyulana terus memberi manfaat, menjadi teladan, dan ikut membangun ketahanan umat,” katanya.
Acara kemudian ditutup dengan penampilan para santri Agriculture Banyulana yang memamerkan hasil karya pertanian organik, menegaskan bahwa pesantren tak hanya mencetak insan berilmu agama, tetapi juga generasi peduli lingkungan dan kemandirian pangan.






