Minggu, April 21, 2024
spot_img

Siswi SMA di Tusuk di Lingkungan Sekolah Akibat Hubungan Asmara

DAERAH, Lokacita: Rutinitas pembelajaran siswa siswi SMA pada umumnya di pagi hari mereka berangkat ke sekolah untuk melaksanakan pembelajaran. Sama halnya dengan di sekolah SMA Negri 1 Mandirancan.

Meta Puji Dwi Lestari yang berumur 17 Tahun, Desa Randobawalir, Kabupaten Kuningan. Ia berangkat seperti biasanya di antar oleh ayahnya ke Sekolah.

Pada pukul 07.00 WIB, kamis (10/8/23) ia tiba di Sekolah, seperti biasa ia mencium tangan ayahnya dan berpamitan, sebelum itu ia sempat memberitahu kepada ayahnya bahwa ada sosok berinisial (R) yang sedang memperhatikannya.

Ayah Meta menanggapi hal itu dengan biasa saja, karena ayahnya tahu sikap dan tingkahlaku meta di sekolah kepada kawan-kawannya sangat baik. Tapi meta merasa khawatir akan hal ìtu takut terjadi sesuatu yang tidak di inginkan kepada dirinya.

Setelah pamit ke ayahnya ia pun langsung bergegas ke kelas untuk mengerjakan tugas yang ia belum kerjakan. Niat hati ingin pergi sekolah untuk bejar, namun hal buruk menimpanya.

Pagi itu juga sebelum meta menuju ke kelas, Pisau tajampun mengarah ke tubuhnya itu, dan ternyata orang yang menusuknya itu ialah orang yang sebelumnya ia lihat di gerbang sekolah ialah (R). Kejadian yang begitu sadis menimpa meta, sebab ia di tusuk 3 kali berturut turut oleh (R),

“Sebulnya ia melihat pelaku yang berinisial (R)di depan gerbang masuk sekolah, meta pun memberitahu ayahnya bahwa ada (R) yang mengancamnya semalam, dan respon dari ayahnya, biarkan saja karena ada security di sekolah, dan pasti aman”, Ungkap Een Juhaenah ibu meta umur (48).

Cerita di atas adalah kronologi penusukan Meta di sokolahnya. Een Juhaenah ibu meta menegaskan bahwa keadaan anaknya itu saat ini terbaring lemas karena meta mendapatkan tusukan di bagian tangan kanan dan bahu pada saat ini diperlukan perawatan total karena telah di lakukan sembilan jahitan untuk menutup lukanya.

Kejadian tersebut sangat disayangkan karena di lakukan di lingkungan sekolah, apalagi sempat Een melaporkan ke pihak sekolah bahwa (R) suka mengancam anaknya itu.

“Kami di kasih tahu pada jam 10 pagi kurang. Karena ayahnya sedang menderita jantung jadi saya menceritakannya pelan-pelan, awalnya meta jam 07.00 ingin mengerjakan tugas di sekolah”, tutur ibunya.

Een menyampaikan bahwa sudah hampir 2 bulan, pelaku sering meneror Meta akibat cintanya itu di tolak. Oleh karena itu meta memblok semua sosmed yang barkaitan dengan pelaku, bukan hanya ke meta tapi pelaku meneror teman dan keluarganya agar blok yang di lakukan meta di buka, tapi naas pelaku pun menusuk meta.

“Meta kenalan sama R di sosmed, karena saya tidak mengerti hp saya hanya tahu dari cerita meta, saya melarangnya dekat terlalu berlebihan karena takut mengganggu sekolah dan belajarnya apalagi sebentar lagi mau ujian, teror yang di lakukan R kepada kami ia mengancam ingin membakar rumah, ngegerung knalpot motor jam 1 malam” ungkap een.

Karena siswi SMA ini  seorang yang pendiam, jadi kondisi mentalnya sangat terpukul karena banyak teror yang di lakukan pelaku, dalam beberapa bulan lagi meta akan melaksanakan ujian tegas een.

“Sifat anak saya pendiam, ia sedang semangat belajar karena ingin mendapatkan beasiswa karena keinginan meta kuliah tanpa merepotkan orang tua, dan sekarang kejadian buruk menimpanya, malah mengganggu kegiatan belajarnya”, kata een.

Bagikan

Komentar

Artikel Terkait
- Advertisment -spot_img

Terbaru