Rabu, Juli 24, 2024
spot_img

Apple Gugat balik Uni Eropa Terkait Denda Rp28,93 Triliun

Internasional, Lokacita: Apple telah mengajukan gugatan ke Pengadilan Umum Eropa setelah Uni Eropa menjatuhkan denda sebesar US$1,8 miliar atau sekitar Rp28,93 triliun pada Maret 2024.

Denda tersebut diberikan atas tuduhan bahwa Apple melakukan praktik persaingan tidak sehat melalui layanan Apple Music yang merugikan Spotify, perusahaan berbasis di Stockholm.

Uni Eropa menuduh Apple mencegah pengguna mengetahui tentang layanan musik alternatif dan lebih murah yang tersedia di luar ekosistem Apple. Tuduhan ini muncul meskipun Spotify menguasai lebih dari dua kali lipat pangsa pasar Apple Music.

Apple menganggap tuduhan ini tidak berdasar dan mengabaikan kenyataan bahwa Spotify tetap dominan di pasar streaming musik.

Menurut laporan dari Bloomberg, Apple telah membawa kasus ini ke Pengadilan Umum Uni Eropa di Luksemburg dan berencana mengajukan banding.

Apple berpendapat bahwa denda tersebut tidak didukung oleh bukti yang cukup mengenai kerugian konsumen dan tidak memperhatikan fakta bahwa pasar musik digital berkembang pesat serta bersaing secara sehat.

Apple juga menyoroti bahwa Spotify adalah pihak yang paling diuntungkan dari keputusan tersebut.

“Saat ini, Spotify menguasai 56% pasar streaming musik Eropa, lebih dari dua kali lipat pesaing terdekat mereka dan tidak membayar apa pun kepada Apple atas layanan yang telah membantu mereka menjadi salah satu merek paling dikenal di dunia,” kata perwakilan Apple.

Di sisi lain, Komisi Eropa menyatakan siap untuk mempertahankan keputusannya. Menurut mereka, tindakan Apple telah merugikan persaingan dan konsumen di pasar musik digital.

Selain kasus ini, Uni Eropa juga sedang menyelidiki dugaan bahwa Apple mencoba menghalangi pengembang aplikasi untuk menggunakan opsi kontrak baru yang diwajibkan oleh Undang-Undang Pasar Digital (Digital Markets Act).

Undang-undang ini dirancang untuk memastikan bahwa platform digital besar tidak menyalahgunakan posisi dominan mereka dan mendorong persaingan yang lebih sehat.

EditorHilmi

Bagikan

Komentar

Artikel Terkait
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Terbaru