Minggu, April 21, 2024
spot_img

Buang Limbah Radioaktif Ke Laut, Jepang dikritik Negara Tetangga

INTERNASIONAL, Lokacita: Negara Jepang tengah menuai banyak kritikan pedas dari negara-negara tetangganya, hal tersebut terjadi lantaran Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima Jepang yang membuang limbah radioaktif ke-laut lepas.

Menilik dari bbc.com, Pada Kamis (24/8) waktu setempat Jepang telah memulai melepaskan satu juta ton air radioaktif secara perlahan, air tersebut dulunya merupakan hasil olahan dari pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) non-aktif Fukushima ke Samudra Pasifik.

PLTN Fukushima adalah Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir yang terletak di Prefektur Fukushima, Jepang. Lebih spesifiknya, PLTN ini merujuk pada kompleks PLTN Fukushima Daiichi yang terdiri dari beberapa reaktor nuklir.

Pada tanggal 11 Maret 2011, daerah tersebut mengalami gempa bumi dan tsunami dahsyat yang menyebabkan kegagalan sistem pendingin reaktor nuklir, yang akhirnya mengakibatkan kebocoran radioaktif dan ledakan hidrogen di beberapa reaktor. Bencana ini dikenal sebagai Bencana Nuklir Fukushima.

Dilansir dari jpnn.com, Sebelumnya Pada bulan Juli, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) telah mengeluarkan pernyataan yang menyatakan bahwa dampak radiologi yang mungkin timbul akibat pembuangan limbah dari PLTN Fukushima terhadap manusia dan lingkungan memiliki tingkat risiko yang dapat diabaikan.

Meskipun demikian, masih ada banyak pihak yang meragukan hal tersebut. Hal ini dapat dilihat dari banyak pihak yang menentang tindakan tersebut, baik itu dari kalangan aktivis lingkungan maupun kelompok masyarakat tertentu dari beberapa negara yang dekat dengan wilayah jepang.

Di Korea, sejumlah demonstrasi telah dilakukan oleh para aktivis lingkungan yang sangat menyesalkan tindakan pemerintah Jepang, hal tersebut didasari kekhawatiran mereka bahwa pembuangan limbah radioaktif akan berpotensi merusak ekosistem kehidupan laut yang rapuh.

Penolakan serupa juga datang dari China yang menentang keras tindakan tersebut, baik itu dari pemerintahan sampai kelompok nelayan di negara tersebut tidak setuju dengan tindakan yang dilakukan oleh Pemerintah Jepang.

Dikutip dari cnbcindonesia.com, Wang Wenbin selaku Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Cina mengungkapkan bahwa tindakan yang dilakukan Jepang di PLTN (non-aktif) Fukushima sangat egois dan tidak bertanggungjawab, terlebih lagi menurutnya laut lepas adalah milik umum dan bukan tempat pembuangan limbah Jepang

Bagikan

Komentar

Artikel Terkait
- Advertisment -spot_img

Terbaru