Minggu, Juni 16, 2024
spot_img

Perang Hamas vs Israel Menggila, Bagaimana Nasib Perekonomian Indonesia? 

Internasional, Lokacita: Seperti yang diketahui saat ini perang Hamas vs Israel sedang terjadi, hal ini tentu saja menarik perhatian dunia, salah satunya adalah Indonesia. Perang yang terjadi secara menggila ini ternyata berdampak bagi perekonomian dunia, termasuk Indonesia.

Mohammad Faisal selaku Direktur Eksekutif Center of Reform on Economic (CORE) Indonesia turut membuka suara terkait perang Hamas vs Israel saat ini. Ia memaparkan bagaimana dampak perang tersebut bagi perekonomian Indonesia adalah meningkatnya inflasi.

Menurut Faisal, inflasi berpotensi meningkat karena naiknya harga minyak dunia, terlebih lagi jika perang Hamas vs Israel terjadi secara meluas dan berkepanjangan.

Tetapi, untuk jangka pendek efek inflasi masih minimal karena kedua negara tersebut bukanlah pihak major ekspor minyak.

Sementara di sisi lain Bhima Yudhistira selaku Direktur Center of Economy and Law Studies mengatakan jika perang yang terjadi antara Hamas dan Israel berdampak terhadap investor karena bergeser ke aset yang aman.

Pada kondisi ini dolar AS akan semakin menguat dalam jangka waktu pendek. Dan berpotensi naiknya harga sejumlah barang, khusunya impor khusus pangan beras yang sangat berpengaruh. Serta naiknya harga minyak mentah dan BBM yang semakin melambung tinggi.

Tentunya kabar menguat dolar AS menjadi kabar buruk bagi setiap negara, terkhusus para negara importir minyak.

Penyebab Perang Hamas vs Israel

Seperti yang diketahui, konflik Hamas dan Israel pecah saat Hamas meuncurkan serangan mendadak ke kota Israel pada Sabtu (08/10/2023).

Serangan ini menewaskan setidaknya 200 lebih warga sipil Israel dan 230 lebih warga Palestina saat Israel membalas dengan serangan yang menghancurkan.

Walaupun menyerang secara brutal dan keji, diketahui Israel mengalami kerugian besar mencapai hingga puluhan ribu dolar atas setiap rudal yang diluncurkan pada saat itu.

Di sisi lain Hamas memberikan peringatan terhadap Israel berulang kali untuk tidak menyentuh sama sekali Masjid Al Aqsa yang merupakan kiblat, identitas, sekaligus keyakinan masyarakatnya.

Lebih lanjut Hamas juga mengatakan jika Masjid Al Aqsa adalah garis merah wilayah mereka.

Diketahui awal mula meledaknya konflik Hamas vs Israel karena insiden yang terjadi di Yerusalem Timur pada bulan suci Ramadhan. Gaza dikuasai Hamas bertindak terhadap jamaah masjid dan mengancam menggusur warga Palestina di Sheikh Jarrah.

EditorDewi F

Bagikan

Komentar

Artikel Terkait
- Advertisment -spot_img

Terbaru