Minggu, April 21, 2024
spot_img

Anies Baswedan Bongkar Perbedaan Penentuan Cawapres dalam Rapat

NASIONAL, Lokacita: Anies Baswedan menggelar rapat bersama Tim 8 untuk membahas terkait dengan penentuan Cawapres. Rapat itu dihadiri oleh Nasdem, utusan Anies, demokrat dan PKS.

Rapat yang berlangsung pada selasa (29/8) berjalan dengan cukup panas disertai aksi gebrak meja.

Kejadian itu disebabkan adanya perbedaan pemikiran dari partai Nasdem dan Demokrat di tim 8.

Partai Demokrat mendesak supaya nama AHY segera dideklarasikan sebagai Cawapres.

Namun dari pihak partai Nasdem sendiri tidak ingin terburu buru untuk mendeklarasikan.

Anies sempat mengungkapkan bahwa peristiwa itu terjadi lantaran adanya perbedaan pemikian antara utusan partai Nasdem dan Demokrat.

Peristiwa tersebut, tutur Anies, sampai adaanya aksi gebrak meja karena pendapat.

Alasanya, dari pihak Nasdem ingin menunggu adanya opsi bakal Cawapres yang lain.

Sementara dari pihak Demokrat sendiri mendesak supaya cepat dideklarasikan.

Anies mengatakan bahwa rapat pertemuan antar dua partai tersebut berjalan tanpa hasil.

Disamping itu, tutur Anies, partai Demokrat dalam rapat dipersilahkan untuk mencoba opsi lain.

“Dalam hasil pertemuan di tim 8 bukanya keluar kaoalisi namun dipersilahkan jika ingin coba opsi lain sambil menunggu,” ujarnya.

Ia menambahkan Partai Nasdem bakanya menolak AHY sebagai bakal cawapres, namun Nasdem tidak mau terburu buru dalam mendeklarasikan.

Setelah itu Anies ditelepon supaya hadir ke kantor partai nasdem pada selasa malam untuk bertemu surya paloh sebagai Ketum partai Nasdem.

Pertemuan antara Anies dan Surya Paloh ujung dari buntunya pertemuan kemarin.

Sesampainya dikantor Nasdem dan bertemu Ketum Surya Paloh, terjadi percakapan tentang kesepakatan dengan partai PKB.

Hasil dari pertemuan itu menghasilakan keputusan yang sangat membuat orang orang kebingungan, tapi harus diterima dengan legowo.

Hal itu membuat Surya Paloh berada dalam dua pilihan yang sulit.
Alasanya, Nasdem berunding dengan demokrat dan PKS, kemudian membuat kesepakatan dengan PKB.

Hal tersebut menjadi alasan yang membuat Surya Paloh dilema.

“Sebuah keputusan yang sangat sulit, namun ia memilih untuk mengambil kesepakatan,” tambahnya.

Ia menerangkan bahwa keputusan yang akan diambil oleh Partai Nasdem akan ada salah satu pihak yang merasa terkhianati.

“Mau tidak mau keputusan harus diambil demi kebaikan bersama,” ungkap Anies Baswedan.

Bagikan

Komentar

Artikel Terkait
- Advertisment -spot_img

Terbaru