Minggu, Juni 16, 2024
spot_img

Gibran Bakar Semangat Penonton Debat, Arief Rosyid: Bukan Kepancing, tapi Antusias

Nasional, Lokacita: Komandan Tim Fanta (Pemilih Muda) Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Arief Rosyid mengatakan cawapres nomor urut 2 hanya membangkitkan semangat pendukung ketika Prabowo menjawab perihal putusan Mahkamah Konstitusi (MK).

Putusan MK yang dimaksud terkait batas minimal usia, Anies Baswedan mempertanyakan Putusan MK ini kepada Prabowo dalam acara debat tersebut.

Arief menjelaskan, Gibran yang spontan berdiri dan membangkitkan semangat pendukung hanya bentuk antusiasme atas jawaban yang dilontarkan Prabowo.

Menurutnya, cawapres 02 ingin mengajak penonton untuk mengapresiasi dengan bertepuk tangan, mendukung Prabowo yang tengah berdebat.

“Itu bukan kepancing. Tapi itu antusiasme dan apresiasi setelah mendengar jawaban Pak Prabowo yang santai tapi on point” kata Arief Rabu (13/12) dikutip Kompas.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Hasyim Asy’ari mengungkapkan akan melakukan evaluasi debat perdana capres termasuk aksi Gibran juga jadi bahan evaluasi.

“(Gibran berdiri membakar semangat penonton) akan kami evaluasi” ucap Asy’ari saat ditemui wartawan Rabu (13/12).

Evaluasi terkait debat perdana capres itu rencananya akan dihadiri oleh tim dari masing-masing paslon pada Kamis (14/12).

Pada agenda debat yang digelar di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) itu, Gibran sempat berdiri seraya membangkitkan semangat para relawan yang hadir di lokasi.

Pada rekaman yang tersebar di media sosial, momen itu terjadi usai dirinya dibela oleh Prabowo Subianto mengenai polemik putusan MK.

Adapun putusan MK yang dimaksud adalah soal batasan usia yang sempat menjadi polemik dan diperbincangkan berbagai pihak.

Maka dibentuklah MKMK untuk meninjau kembali pasal tersebut. Hasilnya, putusan MK itu dianggap bermasalah dan membuat Ketua MK kala itu, Anwar Usman, dicopot dari jabatannya.

“Bapak (Prabowo) mendaftatar ke KPU setelah (putusan) MK lalu dibentuk MKMK. Hasilnya, ada pelanggaran etik berat yang membuat keputusan itu menjadi bermasalah. Apa perasaan bapak terkait hal barusan” tanya Anies.

Prabowo menanggapi pertanyaan Anies dengan mengatakan bahwa menurut pakarnya dalam hal hukum tidak ada masalah dan keputusan tersebut sudah final.

“Jadi Mas, menurut para pakar hukum kami tidak ada masalah dalam segi hukum. Intinya, keputusan itu sudah final, tidak bisa diubah” tanggap Prabowo

“Intinya, Rakyat yang memilih. Kalau rakyat tidak menyukai kami, tidak usah pilih” tegasnya.

Bagikan

Komentar

Artikel Terkait
- Advertisment -spot_img

Terbaru