Sabtu, Mei 18, 2024
spot_img

Live Tiktok dengan Anies Baswedan, Tom Lembong Sukses Tarik Perhatian Netizen

Nama Thomas Lembong menjadi perbincangan hangat di media sosial, banyak yang penasaran latar belakang dan kiprahnya di Indonesia. @tomlembong
Nama Thomas Lembong menjadi perbincangan hangat di media sosial, banyak yang penasaran latar belakang dan kiprahnya di Indonesia. @tomlembong

Nasional, Lokacita: Thomas Trikasih Lembong atau yang kerap dipanggil ‘Tom Lembong’ menarik perhatian warganet setelah dirinya melakukan live dengan Capres 01 Anies Baswedan di platform Tiktok.

Diketahui, Tom memang bagian dari TimNas Anies-Muhaimin sebagai Co-Captain pada kontestasi Pilpres 2024.

Dilansir dari Suara Sumbar, Live yang dilakukan di platform Tiktok pada hari Sabtu (6/1) itu keduanya tampak melakukan obrolan santai dan berinteraksi dengan penonton.

Tidak disangka, tanggapan netizen sangat baik kepada Tom, bahkan banyak yang berpendapat bahwa lulusan Harvard University itu lebih cocok menjadi Cawapres Anies ketimbang Cak Imin.

Banyak Netizen menyoroti terkait suara dan pembawaan Tom Lembong yang dinilai masih tampak ‘asik’ sesuai dengan tampangnya yang dililai tetap awet muda.

Hal tersebut lantas membuat banyak orang penasaran dengan latar belakang dan biodata dari Tom Lembong, mulai dari pendidikan dan bagaimana kiprahnya di Indonesia

Biodata Singkat Tom Lembong

Dari informasi yang ada, Thomas Trikasih Lembong lahir pada 4 Maret 1971 dari pasangan Yohanes Lembong dan Yetty Lembong.

Tom menyelesaikan pendidikan di salahsatu Universitas ternama dunia yakni Harvard University dengan menggaet gelar Bachelor of Arts di bidang arsitektur dan tata kelola pada 1994.

Setelah lulus, dirinya tercatat sempat bekerja di luar negeri seperti New York di Divisi Ekuitas Morgan Stanley dan Singapura pada 1995.

Sepulangnya ke tanah air, Tom bekerja di Deutsche Bank di Jakarta pada 1998 sampai 1999. Disana, ia ditugaskan untuk mengerjakan rekapitalisasi dan merger beberapa Bank menjadi Bank Mandiri.

Karinya di dunia perbankan nasional mentereng, dirinya tercatat sempad ditunjuk menjadi kepala divisi dan wakil presiden senior di BPPN periode 2000-2002.

Setelahnya, Tom berkarir di Farindo Investments pada (2002-2005) dan menjadi salah seorang pendiri sekaligus Chief Executive Officer dan Managing Partner di Quvat Management (2006).

Pada rentang waktu 2012 sampai 2014 dirinya tercatat sebagai Presiden Komisaris di Blitz Megaplex.

Karirnya di dunia perpolitikan nasional dimulai pada 2013 kala ditunjuk oleh Jokowi sebagai penasehat ekonomi dan penulis pidato kala Presiden ke-7 RI itu masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Hubungannya dengan Jokowi cukup erat, terbukti ketika mantan Wali Kota Surakatra itu menjabat sebagai Presiden, Tom ditunjuk sebagai Menteri Perdagangan pada 2015-2016.

Ia kembali dipercaya masuk kabinet dengan menjabat Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal atau BKPM (sekarang Kementerian Investasi) pada 2016-2019.

Sepanjang kariernya, Tom berhasil meraih berbagai penghargaan tingkat dunia seperti:

– Menjadi Pemimpin Muda Global oleh Forum Ekonomi Dunia (2008).
– Asia Society Australia-Victoria Distinguished Fellowship (2017).
– Order of Diplomatic Service Merit, First Class Second Grade (Gwanghwa Medal) dari Korea Selatan (2020).

Bagikan

Komentar

Artikel Terkait
- Advertisment -spot_img

Terbaru