NASIONAL, Topinfo.id: Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita berharap Desk Pencegahan dan Pemberantasan Penyelundupan barang impor tidak hanya gimmick semata.
“Kami berharap penindakan atas penyelundupan dan impor ilegal ini bukanlah gimmick dan tindakan anget-anget tai ayam. Ke depannya, Kemenkeu dalam hal ini Bea Cukai harus konsisten terus menindak barang yang masuk Indonesia,” katanya, Senin (18/11/2024).
Ia berharap aparat penegak hukum konsisten menindak penyelundupan barang impor ilegal. Pasalnya ada dua penyebab Industri terpukul, yaitu barang masuk secara illegal, dan barang murah masuk secara legal.
“Pengawasan dan penindakan penyeludupan dan barang ilegal tidak hanya dilakukan pada pelabuhan masuk yang besar-besar, akan tetapi juga melalui penyelundupan jalur tikus,” ungkapnya.
Pada saat konferensi pers yang berlangsung di Direktorat Jenderal Bea Cukai pekan lalu, Agus Gumiwang tidak nampak.
Dirinya meminta untuk bisa menahan importasi ilegal. Pasalnya, sudah banyak industri manufaktur yang gulung tikar, khususnya dari industri tekstil.
“Industri menderita karena barang impor legal yang murah masuk pada pasar domestik. Beberapa regulasi memberi ruang seluas-luasnya bagi barang Impor bisa masuk secara legal masuk ke Indonesia,” sebut Agus Gumiwang.
Pemerintah mengakui nilai kerugian akibat kasus penyelundupan barang impor. Nilainya mencapai ratusan triliun dari berbagai sektor.
“Dari Intelijen Keuangan dalam 4 tahun terakhir total transaksi penyelundupan kurang lebih mencapai Rp 216 triliun,” kata Menkopolhukam Budi Gunawan.






