Selasa, Juni 18, 2024
spot_img

Polisi Ungkap Sindikat Narkoba Ferdy Pratama

NASIONAL, Lokacita: Menurut hasil analisa Bareskrim Polri, dari semua penangkapan terkait kasus narkoba yang dilakukan Polri berakhir pada penemuan jaringan gembong narkoba Ferdy Pratama.

Menurut Detik, jaringan ini sangat mahir dan rapih dalam beraksi. Mereka lebih memilih berkomunikasi dengan menggunakan media BBM Enterprise, Threema dan Wire.

Diungkapnya jaringan ini berawal dari Polisi yang melihat adanya kesamaan modus operasi dari beberapa kasus yang telah diselesaikan.

Dalam pencarian Polisi bekerjasama dengan Interpol yang kemudian oleh interpol poto tersebut diposting di website resminya.

Dari foto yang dibagikan oleh Interpol di laman resminya, Ferdy nampak gondrong dan berbeda dengan foto yang sebelumnya dibagikan polri.

Dilansir dari Detik, pengungkapan kasus narkoba dari tahun 2020-2023 berbuah 408 laporan polisi dan dari kesemuanya barang bukti yang diamankan mencapai 10.2 ton sabu.

Hal ini diungkapkan langsung oleh Kepala Bareskrim Polri Komjen Wahyu Widada pada selasa (12/9).

“semenjak 2020 sampai 2023 tercatat 408 laporan polisi dan 10.2 ton sabu sebagai barang bukti, (semuanya) terafiliasi dengan jaringan Ferdy Pratama” jelas Wahyu.

Jaringan narkoba Ferdy Pratama ini juga dianggap sebagai sindikat yang paling besar.

Hal ini didasarkan pada fakta bahwa apabila keseluruhan barang bukti dan aset TPPU-nya dari 2020-2023 bila dikonversikan kedalam rupiah mencapai 10,5 triliun.

Angka tersebut membuat sindikat Ferdy Pratama merupakan salah satu yang terbesar dalam sejarah kepolisian.

Tidak hanya itu belakangan juga terungkap ada seorang oknum anggota polisi yang juga terlibat dengan sindikat narkoba internasional itu.

Menurut CNN Indonesia, oknum polisi yang dimaksud adalah AKP AG, ia bertugas untuk melancarkan penyelundupan saat melewati daeeah lampung.

Struktur Jaringan Ferdy Pratama

Seperti jaringan narkoba pada umumnya. Jaringan Ferdy Pratama juga memiliki struktur. Hal tersebut dipaparkan oleh Direktur Narkoba Bareskrim polri pada (15/9) dilaporkan oleh Detik.

Berikut adalah nama dan peran keempat individu dalam jaringan narkoba:

1. Kif: Mengendalikan narkoba di wilayah barat Indonesia (Sumatera dan Jawa).

2. WJ: Mengendalikan narkoba di wilayah timur Indonesia (Kalimantan dan Sulawesi).

3. APS dan David: APS, dikenal sebagai Ratu Narkoba Palembang, menampung hasil kejahatan narkoba suaminya, David, serta terlibat dalam pembuatan KTP palsu dan mengelola uang dalam jaringan Fredy Pratama.

4. AKP AG: Mantan Kasat Narkoba Polres Lampung Selatan yang membantu dalam pengiriman narkoba melalui Pelabuhan Bakauheni dan memiliki hubungan dengan Kif. Polri akan mengambil tindakan hukum terhadapnya.

Dalam struktur jaringan tersebut ada ada lima orang dan dua diantaranya merupakan pasangan suami istri.

Bagikan

Komentar

Artikel Terkait
- Advertisment -spot_img

Terbaru