Rabu, Februari 28, 2024
spot_img

Wajib tahu 3 Penyebab Baby Blues Syndrome, Salah Satunya Kurang Istirahat

Ragam, Lokacita: Empat penyebab umum baby blues syndrome. Namun, sampai saat ini baby blues syndrome masih dianggap remeh oleh orang sekitar.

Pada kenyataannya, baby blues syndrome ini apabila berlanjut tentu saja berbahaya untuk sang ibu serta anak.

Baby blues syndrome merupakan kondisi seorang ibu mengalami depresi setelah melahirkan.

Sangat menyedihkan saat baby blues ini diremehkan oleh orang-orang sekitar sang ibu. Masalah kesehatan mental ini biasanya membuat ibu lebih sensitif dan emosional.

Mudah marah, menangis, mengeluh, merasa rendah diri, dan menyalahkan diri sendiri merupakan beberapa contoh emosional sang ibu yang mengalami baby blues.

Momen melahirkan bagi seorang ibu baru merupakan momen yang luar biasa. Namun, perubahan peran dari istri menjadi seorang ibu, hormon, serta emosi masih saja dianggap hal yang biasa.

Padahal perubahan-perubahan yang terjadi bisa saja membuat sang ibu belum siap beradaptasi. Oleh karena itu, ada tiga penyebab baby blues syndrome yang wajib diketahui.

Perubahan Hormon Pada Ibu

Para ibu yang baru melahirkan pertama kali tentu saja mengalami perubahan kadar hormon. Selama proses perubahan menjadi seorang ibu, hormon estrogen dan progesteron akan mengalami penurunan yang drastis.

Oleh karena itu, banyak wanita yang menjadi ibu pertama kali mudah berubah suasana hati dan perasaan mudah lelah.

Sang Ibu Kurang Istirahat

Sebagai seorang yang pertama kali merawat bayi tentu belum bisa adaptasi secara langsung dan cepat.

Apalagi siklus tidur bayi yang baru lahir memang tidak teratur sehingga menyebabkan sang ibu mudah terbangun dini hari.

Hal ini menyebabkan sang ibu berkurang waktu tidurnya. Waktu tidur yang kurang kemudian ditambah dengan kesibukan mengurus bayi pertama kali tentu saja menyebabkan kelelahan.

Rasa lelah yang dirasakan sang ibu bisa saja menjadi awal mula baby blues karena sang ibu mengalami kelelahan.

Sulit Beradaptasi Dengan Keadaan

Selain waktu istirahat yang kurang dan perubahan pada hormon, sang ibu mengalami kesulitan beradaptasi dengan keadaan juga menjadi pemicu terjadinya baby blues.

Setelah menjadi seorang ibu, seorang wanita tentu memiliki pemikiran bahwa ada beban tanggung jawab yang harus dilakukan.

Tidak jarang, sang ibu merasa kelelahan karena berusaha adaptasi dengan keadaan, misalnya memandikan, memakaikan baju, dan mengasihi buah hati merupakan pengalaman pertama untuk seorang ibu.

Oleh karena itu, penting sekali dukungan serta bantuan dari orang sekitar, terutama suami untuk bersikap lebih memahami kondisi sang istri sehabis melahirkan. Hal ini untuk mencegah baby blues syndrome.

EditorDewi F

Bagikan

Komentar

Artikel Terkait
- Advertisment -spot_img

Terbaru