Selasa, April 14, 2026
spot_img

Konsumsi Ikan Warga Ciamis Lampaui Rata-rata Jabar, Capai 21,52 Kg per Kapita

CIAMIS — Kesadaran masyarakat Kabupaten Ciamis terhadap pentingnya asupan protein hewani terus menunjukkan tren positif.

Hal itu tercermin dari meningkatnya angka konsumsi ikan masyarakat di daerah tersebut.

Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Ciamis mencatat, Angka Konsumsi Ikan Masyarakat (KIM) pada 2025 mencapai 21,52 kilogram per kapita.

Capaian ini melampaui rata-rata konsumsi ikan masyarakat Provinsi Jawa Barat yang berada di angka 20,10 kilogram per kapita.

Kepala Disnakkan Kabupaten Ciamis A. Wahyu Radityananto melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet), drh. Asri Kurnia, mengatakan peningkatan tersebut menunjukkan semakin tingginya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konsumsi pangan bergizi.

Menurut Asri, istilah KIM merupakan pembaruan dari sebelumnya Angka Konsumsi Ikan (AKI).

Perubahan nomenklatur ini mengikuti kebijakan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia.

“Jadi ada transisi perubahan nama dari Angka Konsumsi Ikan menjadi Konsumsi Ikan Masyarakat. Perubahannya bukan sekadar nama, tetapi juga pada parameter perhitungannya yang kini jauh lebih komprehensif,” ujar Asri, Kamis (5/3/2026).

Ia menjelaskan, pada metode sebelumnya AKI hanya menghitung konsumsi ikan di tingkat rumah tangga.

Sementara dalam sistem KIM, cakupan perhitungannya lebih luas karena melibatkan berbagai sektor.

Perhitungan tersebut mencakup konsumsi rumah tangga, hotel, restoran, hingga konsumsi yang tidak tercatat secara langsung seperti pada dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Untuk parameter perhitungan KIM, data yang dihitung mencakup konsumsi rumah tangga, hotel, restoran, hingga konsumsi yang tidak tercatat langsung seperti di SPPG atau dapur MBG.

Dalam program MBG ini, banyak komoditas ikan masuk ke Ciamis, termasuk ikan fillet dari luar daerah,” katanya.

Asri menilai tingginya angka konsumsi ikan di Tatar Galuh Ciamis menjadi indikator positif terhadap daya beli masyarakat sekaligus perubahan pola konsumsi pangan yang semakin mengarah pada gizi seimbang.

“Ini menjadi indikasi bahwa sosialisasi pemerintah tentang pentingnya gemar makan ikan mulai membuahkan hasil.

Masyarakat kini semakin sadar bahwa investasi terbaik adalah pada kesehatan dan gizi keluarga,” ujarnya.

Ke depan, Disnakkan Ciamis akan terus menggencarkan sosialisasi serta kampanye gemar makan ikan agar tren positif tersebut dapat terus dipertahankan.

“Upaya jemput bola melalui edukasi dan kampanye akan terus kami lakukan agar kesadaran konsumsi ikan di masyarakat tetap terjaga dan meningkat,” kata Asri. (Adv)

Bagikan

Komentar

Artikel Terkait
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -
Google search engine

Terbaru