Tasikmalaya, Lokacita: Peran Strategis BPD bukan sekadar istilah dalam struktur pemerintahan, tetapi sebuah amanah besar yang kini diemban oleh puluhan warga terpilih di Kabupaten Tasikmalaya. Senin (20/04/2026), sebanyak 51 anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Pengganti Antar Waktu (PAW) resmi dilantik oleh Bupati Tasikmalaya.
Di balik prosesi formal yang berlangsung di halaman Setda Kabupaten Tasikmalaya, tersimpan harapan dan tanggung jawab besar yang kini berada di pundak para anggota BPD baru. Mereka bukan hanya pejabat struktural, tetapi representasi langsung suara masyarakat desa.
Pelantikan ini menjadi momen penting, bukan hanya bagi pemerintah daerah, tetapi juga bagi masyarakat yang menggantungkan aspirasi dan harapannya pada lembaga BPD.
Peran Strategis BPD sebagai Suara Warga
Dalam kehidupan desa, Peran Strategis BPD sangat terasa, terutama dalam menjembatani komunikasi antara masyarakat dan pemerintah desa. BPD menjadi ruang bagi warga untuk menyampaikan keluhan, kebutuhan, hingga ide pembangunan.
Bupati Tasikmalaya menekankan setiap anggota BPD harus mampu memahami denyut kehidupan masyarakat. Mereka diharapkan hadir di tengah warga, mendengar langsung permasalahan, dan memperjuangkannya dalam forum resmi.
“Jangan hanya menjadi simbol, tetapi jadilah representasi nyata masyarakat,” pesan Bupati.
Bagi masyarakat desa, keberadaan anggota BPD yang aktif dan peduli menjadi harapan agar suara mereka tidak lagi terabaikan.
Integritas sebagai Pondasi Pengabdian
Menjadi anggota BPD bukan hanya soal jabatan, tetapi tentang kepercayaan. Oleh karena itu, integritas menjadi nilai utama yang ditekankan dalam pelantikan ini.
Anggota BPD diingatkan untuk menjaga kejujuran, menjauhi kepentingan pribadi, serta mengutamakan kepentingan masyarakat di atas segalanya.
Dalam banyak kasus, kepercayaan masyarakat terhadap lembaga desa sering kali bergantung pada sikap dan perilaku para pemangku jabatan. Di sinilah Peran Strategis BPD diuji—apakah mampu menjaga amanah atau justru kehilangan kepercayaan publik.
Dari Desa untuk Desa
BPD sejatinya lahir dari masyarakat dan untuk masyarakat. Hal ini menjadikan peran mereka sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari warga desa.
Dengan latar belakang yang beragam, para anggota BPD diharapkan mampu memahami berbagai persoalan di desa, mulai dari infrastruktur, pendidikan, hingga kesejahteraan sosial.
Kehadiran mereka menjadi simbol bahwa pembangunan desa bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat.
Harapan untuk Masa Depan Desa
Penyerahan simbolis keputusan Bupati menjadi penanda dimulainya perjalanan panjang pengabdian hingga tahun 2027. Perjalanan ini tidak mudah, tetapi penuh makna.
Di akhir kegiatan, harapan besar disematkan kepada para anggota BPD untuk mampu menjalankan tugas dengan penuh dedikasi.
Peran Strategis BPD diharapkan benar-benar hadir dalam kehidupan masyarakat, bukan hanya dalam dokumen atau rapat formal, tetapi dalam aksi nyata yang membawa perubahan positif bagi desa.






