Sabtu, April 18, 2026
spot_img

Di Tengah Efisiensi Anggaran, Dana Umat di Ciamis Malah Bertumbuh

Ciamis, Lokacita,-  Di saat tekanan ekonomi dan kebijakan efisiensi anggaran membayangi berbagai sektor, semangat berbagi masyarakat Kabupaten Ciamis justru kian menguat.

BAZNAS Kabupaten Ciamis mencatat, kelompok masyarakat menengah ke bawah menjadi penyumbang terbesar dalam pengumpulan infak dan sedekah. Kondisi ini dinilai sebagai bukti kuatnya budaya gotong royong dan kepedulian sosial di Tatar Galuh.

Ketua BAZNAS Kabupaten Ciamis, Drs. H. Lili Miftah, menuturkan bahwa kontribusi masyarakat kecil tidak pernah surut, bahkan meningkat di tengah situasi ekonomi yang menantang.

“Walaupun daya beli sedang berat, infak dan sedekah tidak pernah turun. Justru saat kondisi sulit seperti sekarang, semangat berbagi masyarakat semakin terasa. Ini menunjukkan kebersamaan dan kepedulian sosial warga Ciamis masih sangat tinggi,” ujarnya, Selasa (03/03/2026).

Menurutnya, fenomena tersebut mencerminkan hidupnya nilai religius dan keadilan sosial dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

Namun demikian, Lili mengakui potensi zakat mal, zakat perdagangan, dan zakat pertanian di Ciamis masih belum tergarap maksimal.

Meski zakat profesi dari kalangan aparatur sipil negara (ASN) telah berjalan, kontribusi dari kalangan pengusaha, pedagang, dan petani dinilai masih perlu ditingkatkan.

“Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memperkuat imbauan kepada masyarakat yang memiliki kelebihan rezeki agar menyalurkan zakatnya melalui UPZ atau amil resmi BAZNAS,” jelasnya.

Upaya edukasi dan sosialisasi terus digencarkan agar penghimpunan dan pendistribusian zakat berjalan lebih terarah, transparan, serta memberikan dampak luas bagi masyarakat yang membutuhkan.

Salah satu program unggulan yang telah dirasakan manfaatnya adalah bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).

Hingga saat ini, sebanyak 1.337 unit rumah telah dibangun melalui dana yang dihimpun dari infak, sedekah, dan zakat masyarakat.

“Seribu rupiah jika dikumpulkan bersama bisa menjadi rumah bagi saudara kita yang membutuhkan. Ini bukti nyata kekuatan gotong royong masyarakat Ciamis,” tegasnya.

Selain pembangunan fisik, BAZNAS Kabupaten Ciamis juga mengembangkan program Kampung Zakat sebagai pusat pemberdayaan masyarakat berbasis desa. Saat ini telah terbentuk 10 Kampung Zakat, dan jumlah tersebut ditargetkan terus bertambah.

Melalui berbagai program tersebut, BAZNAS berharap zakat tidak hanya menjadi kewajiban ibadah, tetapi juga instrumen strategis dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Dengan pengelolaan yang transparan dan akuntabel, kami optimistis zakat mampu menjadi pilar kesejahteraan dan keberkahan bagi Kabupaten Ciamis,” pungkasnya.

Bagikan

Komentar

Artikel Terkait
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -
Google search engine

Terbaru