​CIAMIS, Lokacita : Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) mulai menyusun langkah strategis guna menjamin ketersediaan hewan kurban menjelang Idul Adha 2026. Berdasarkan proyeksi terbaru, kebutuhan sapi kurban di wilayah ini diperkirakan mencapai 7.000 ekor, sebuah angka yang mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat dalam beribadah.
​Meskipun potensi peternakan lokal terus berkembang, Ciamis saat ini baru mampu memenuhi separuh dari total kebutuhan tersebut. Untuk menutup defisit sekitar 3.500 ekor, pasokan dari luar daerah menjadi solusi utama yang harus ditempuh.
​Perketat “Pintu Masuk” Ternak
​Guna memastikan ribuan sapi impor lokal tersebut tidak membawa penyakit, Disnakan Ciamis menginstruksikan pengawasan berlapis di setiap titik perbatasan atau check point.
​Budiono, Ketua Tim Substansi Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Disnakan Ciamis, menekankan bahwa pemeriksaan dokumen adalah harga mati. Setiap armada pengangkut ternak wajib mengantongi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari daerah asal.
​”Kami tidak ingin kecolongan. Pemeriksaan fisik dan administratif di jalur masuk adalah benteng utama untuk menjamin bahwa hewan yang sampai ke tangan konsumen benar-benar sehat dan layak konsumsi,” tegas Budiono pada Senin (12/04/2026).
​Waspadai Jalur Tikus dan Oknum Nakal
​Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi petugas adalah praktik pengiriman ternak “bawah tanah”. Disnakan mencatat masih adanya oknum pedagang yang mencoba menghindari check point resmi demi memangkas prosedur birokrasi.
​Langkah ini dinilai sangat berisiko karena dapat memicu penyebaran penyakit menular yang sulit dilacak. Budiono mengimbau para pelaku usaha untuk kooperatif demi menjaga stabilitas keamanan pangan di wilayah Ciamis.
​Karakteristik Peternak Ciamis: Fokus Penggemukan
​Menilik sisi produksi, peternakan di Ciamis memiliki ciri khas unik di mana mayoritas pelaku usaha lebih memilih sistem penggemukan (fattening) ketimbang pembibitan (breeding).
​Kondisi ini membuat perputaran ekonomi peternakan di Ciamis sangat bergantung pada ketersediaan bibit sapi (bakalan) yang kemudian dipelihara hingga mencapai bobot maksimal saat musim kurban tiba.
​Untuk mendukung sistem ini, Disnakan rutin memberikan edukasi terkait:
- ​Standardisasi sanitasi kandang yang higienis.
- ​Pola pemberian pakan yang efisien.
- ​Deteksi dini kesehatan hewan secara mandiri.
​Dengan kombinasi pengawasan ketat di sektor hulu dan pembinaan intensif di tingkat peternak, Pemkab Ciamis optimis dapat menyajikan stok hewan kurban yang memenuhi kriteria ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal) bagi seluruh warganya.






