Tasikmalaya, Lokacita: Peringatan Memory Of Galunggung (MOG) ke-44 Tasikmalaya menjadi momen penuh haru bagi masyarakat yang masih menyimpan kenangan tentang dahsyatnya letusan 1982.
Di kawasan Cipanas Gunung Galunggung, doa-doa dipanjatkan dalam suasana khidmat. Tidak sedikit warga yang hadir dengan perasaan emosional, mengingat kembali pengalaman atau cerita keluarga mereka saat bencana terjadi.
Kisah dan Kenangan di Balik Gunung Galunggung
Bagi sebagian masyarakat, Gunung Galunggung bukan sekadar gunung, melainkan bagian dari perjalanan hidup mereka. Ada yang kehilangan rumah, ada pula yang harus mengungsi dalam waktu lama.
Namun, di balik itu semua, gunung ini juga memberikan kehidupan baru melalui tanah yang subur dan peluang ekonomi.
Peringatan Memory Of Galunggung (MOG) ke-44 Tasikmalaya menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenang sekaligus berdamai dengan masa lalu.
Harapan untuk Generasi Mendatang
Melalui kegiatan ini, pemerintah dan masyarakat berharap generasi muda dapat memahami sejarah sekaligus menjaga kelestarian alam.
Bupati Tasikmalaya mengajak seluruh pihak untuk tidak melupakan peristiwa masa lalu, tetapi menjadikannya sebagai pelajaran berharga.
Di akhir kegiatan, peringatan Memory Of Galunggung (MOG) ke-44 Tasikmalaya menjadi simbol bahwa dari bencana, lahir kekuatan, harapan, dan kebersamaan yang terus hidup hingga kini.






