Minggu, Januari 25, 2026
spot_img

Kerukunan di Tengah Dinamika Keberagaman, Kesbangpol Ciamis Perkuat Wawasan Kebangsaan ASN

Ciamis, Lokacita.com,- Dinamika keberagaman yang meningkat, termasuk bertambahnya penghayat kepercayaan di Kabupaten Ciamis, memacu Pemerintah Kabupaten Ciamis untuk memperkuat pemahaman wawasan kebangsaan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Melalui kegiatan Edukasi Wawasan Kebangsaan, Kerukunan, dan P4GN, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Ciamis memastikan ASN memiliki karakter kuat sebagai perekat persatuan di tengah perubahan sosial.

Kegiatan yang digelar di Aula PKK Ciamis pada Kamis (11/12/2025) tersebut diikuti 57 ASN dari perangkat daerah dan kecamatan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, Dr. H. Andang Firman Triyadi, M.T., menegaskan bahwa fenomena degradasi nasionalisme menjadi tantangan nyata di era digital, ketika informasi berseliweran tanpa filter dan kepentingan kelompok sering kali menyingkirkan kepentingan bangsa.

“Ada hal yang menyebabkan wawasan kebangsaan kita terdegradasi. Banyak yang hanya memikirkan kelompoknya sendiri. ASN tidak boleh larut dalam pola pikir seperti itu. ASN harus menjadi benteng utama dalam menjaga keutuhan NKRI,” tegasnya.

Menurut Andang, kekuatan Indonesia bukan semata-mata pada sumber daya alam, tetapi pada kebhinekaan yang dirawat bersama.

“Bangsa ini berdiri karena keanekaragamannya. Kebhinekaan bukan sekadar fakta, tetapi kekuatan besar yang harus dijaga. ASN harus memahami Indonesia secara utuh, mulai dari memahami dirinya sebagai warga negara yang berkewajiban merawat bangsa ini,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa setiap ASN memiliki kapasitas, kecerdasan, dan tanggung jawab sesuai tugas serta posisi masing-masing.

Andang juga menyoroti pencapaian Kabupaten Ciamis yang meraih Harmoni Award kategori terbaik kedua tingkat nasional dari Kementerian Agama.

Bagi Andang, apresiasi tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja nyata ASN di lapangan.

“Harmoni Award itu dampak dari kerja kolektif. Bukan tujuan utama. Yang paling penting adalah implementasi nilai kerukunan dan kebangsaan dalam kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Ia meminta ASN terus meningkatkan kualitas pelayanan dan sikap toleransi antarsesama.

Terkait bertambahnya jumlah penghayat kepercayaan di Ciamis, Andang menyebut fenomena tersebut sebagai proses alami seiring meningkatnya keterbukaan publik dan perlindungan hukum terhadap hak warga negara.

“Dulu kelompok penghayat ini tidak banyak terekspos. Sekarang ruangnya lebih terbuka dan dilindungi undang-undang. Kita jangan melihat jumlahnya, tetapi bagaimana keragaman ini justru memperkaya Ciamis,” jelasnya.

Dikatakan Andang prinsip mayoritas melindungi minoritas merupakan amanat konstitusi yang harus dijunjung.

“Kerukunan hidup diatur undang-undang. Kita semua punya kewajiban menjaga harmoni itu,” tambahnya.

Andang juga mengingatkan kebijakan Bupati Ciamis tentang Salat Magrib Berjamaah dan Magrib Mengaji sebagai ruang pembiasaan karakter moral ASN.

“Ini bukan sekadar ritual, tetapi pembiasaan nilai. Sampaikan terus pesan-pesan kebangsaan, jangan bosan. Ulangi saat apel pagi agar tertanam kuat dalam diri pegawai,” ujarnya.

Kepala Kesbangpol Ciamis, R. Yadi Trisyadi, menuturkan bahwa kegiatan penguatan wawasan kebangsaan merupakan kebutuhan mendesak di tengah dinamika sosial, tantangan intoleransi, dan ancaman penyalahgunaan narkotika.

“Materi yang disampaikan meliputi penguatan peran ASN sebagai perekat bangsa, strategi menjaga kerukunan, dan pencegahan penyalahgunaan narkotika. ASN harus mampu merespons dinamika sosial dengan karakter kebangsaan yang kuat,” jelasnya.

Yadi berharap peserta mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam pelayanan sehari-hari.

“ASN adalah wajah pemerintah yang paling dekat dengan masyarakat. Karena itu kami ingin nilai-nilai kebangsaan hadir dalam perilaku mereka,” tambahnya.

Kesbangpol Ciamis mengapresiasi seluruh perangkat daerah yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini. Penguatan wawasan kebangsaan dipandang menjadi kunci membangun ASN yang berintegritas, adaptif, dan mampu menjaga harmoni di tengah keberagaman.

Dengan karakter kebangsaan yang kokoh, ASN diharapkan menjadi motor penggerak terciptanya pelayanan publik yang humanis, inklusif, dan berorientasi pada persatuan bangsa. (NS)

Bagikan

Komentar

Artikel Terkait
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -
Google search engine

Terbaru