DAERAH, Lokacita: Kondisi hutan di Bengkulu terus tergerus, berdasarkan data terbaru MapBiomas, telah kehilangan hutan seluas 12.882 hektare selama 23 tahun terakhir.
Penyusutan ini terjadi hampir seluruhnya di dalam kawasan hutan, terutama di kawasan hutan produksi.
Direktur Eksekutif Genesis Bengkulu, Egi Saputra, menyebut bahwa dari total kawasan hutan di Bengkulu berdasarkan SK.784 Tahun 2012 seluas 924.629 hektare, pada 2000 tutupan hutannya mencapai 781.787 hektare. Namun, angka itu menurun menjadi 768.905 hektare pada 2022.
“Dari tiga fungsi kawasan hutan, hutan produksi mengalami kerusakan terbesar, yaitu kehilangan tutupan hutan hingga 12.289 hektare,” kata Egi, Senin (14/04/2025).
Bahkan, lebih dari 70 ribu hektare kawasan hutan produksi telah beralih fungsi, dan sekitar 27.796 hektare di antaranya menjadi perkebunan sawit.
Tak hanya di kawasan produksi, tanaman sawit juga mulai ditemukan di dalam kawasan hutan lindung dan konservasi.
Meski kawasan konservasi relatif lebih terjaga karena status perlindungannya paling ketat, Egi mengingatkan bahwa kawasan lindung yang fungsinya sebagai penyangga kehidupan juga mulai mengalami gangguan.
“Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) seharusnya lebih serius mengawasi kawasan hutan produksi. Setiap tahun, kawasan ini terus mengalami degradasi,” tegasnya.
Penurunan tutupan hutan di Bengkulu menjadi peringatan keras atas lemahnya pengawasan kawasan hutan.
Tanpa tindakan nyata, hutan-hutan penyangga kehidupan itu bisa lenyap dalam senyap.






