CIAMIS, lokacita.com,- Saat stand-stand pelayanan lainnya mulai menutup tenda dan panggung utama kegiatan “Pepatah Manis” (Pelayanan Terpadu Pemerintah untuk Masyarakat Ciamis) di Lapang Desa Awiluar dibongkar, satu instansi tetap bertahan hingga antrean warga selesai, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Ciamis.
Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (29 Oktober 2025) itu memperlihatkan betapa kebutuhan administrasi kependudukan masyarakat Desa Awiluar sangat besar. Membludaknya warga membuat pelayanan terus berjalan hingga sore hari, meski acara secara resmi telah berakhir
Tim Disdukcapil Ciamis memilih untuk tidak beranjak, memastikan seluruh warga yang mengantre tetap terlayani. Komitmen tanpa batas waktu ini sejalan dengan prinsip pelayanan inklusif, cepat, dan jemput bola yang selama ini menjadi ciri khas Adminduk di Tatar Galuh Ciamis.
Pelayanan yang diberikan pun mencapai hasil signifikan dalam satu hari kegiatan:
– Perekaman KTP-el: 14 orang
– Pencetakan KTP-el: 61 keping
– Penerbitan Akta Kelahiran: 109 dokumen
– Penerbitan Akta Kematian: 3 dokumen
– Penerbitan Kartu Identitas Anak (KIA): 126 kartu
– Pencetakan Kartu Keluarga (KK): 52 dokumen
Total lebih dari 360 layanan berhasil diselesaikan selama kegiatan berlangsung.
Pepatah Manis merupakan program pelayanan terpadu lintas perangkat daerah yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten Ciamis. Berbagai layanan kesehatan, sosial, kependudukan, hingga konsultasi publik disatukan dalam satu lokasi untuk memudahkan masyarakat mengaksesnya.
Dalam sinergi tersebut, Disdukcapil menjadi salah satu layanan yang paling diminati, terlihat dari antrean warga yang tidak surut sejak pagi.
“Kami Tidak Akan Pulang Sebelum Warga Terlayani”
Kepala Disdukcapil Kabupaten Ciamis, Yayan Muhamad Sopyan, menegaskan bahwa kehadiran pihaknya dalam Pepatah Manis merupakan bentuk nyata pelayanan pemerintah yang dekat dengan masyarakat.
“Melalui kegiatan Pepatah Manis, kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan kemudahan dalam mengurus dokumen kependudukan. Tidak perlu jauh-jauh ke kantor, karena kami yang datang langsung ke desa,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa program pelayanan ini merupakan bagian dari inovasi PASTI MANIS (Pelayanan Administrasi Kependudukan Sinergis dan Terintegrasi untuk Masyarakat Ciamis).
“Pelayanan ini bukan sekadar menerbitkan dokumen, tetapi memastikan seluruh warga memiliki identitas hukum yang sah dan tercatat dalam sistem kependudukan nasional,” tegasnya.
Ratusan warga Desa Awiluar memadati lokasi pelayanan sejak pagi. Pemerintah desa menyambut kegiatan ini dengan penuh dukungan, bahkan bertahan hingga seluruh pelayan selesai dilaksanakan.
Dedikasi ASN Disdukcapil di lapangan kembali terlihat bekerja hingga melewati jam kegiatan formal demi memastikan masyarakat memperoleh hak administrasi kependudukannya.
Pelayanan jemput bola ini menjadi bagian dari implementasi visi Bupati Ciamis, Dr. H. Herdiat Sunarya, yakni “Ciamis Mantap (Mandiri, Tangguh, dan Berkeadilan) Berlandaskan Iman dan Taqwa.”
Misi pemerintah daerah untuk meningkatkan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, dan melayani tercermin dari kerja-kerja nyata ASN Disdukcapil di lapangan.
Menjadi stand terakhir yang masih aktif hingga panggung dibongkar, Disdukcapil Ciamis menunjukkan bahwa pelayanan publik tidak sekadar memenuhi target, tetapi melayani manusia.
“Kami ingin seluruh warga memiliki dokumen kependudukan yang lengkap, karena dokumen ini adalah hak dasar setiap warga negara,” tutup Yayan.






