Sabtu, Juni 22, 2024
spot_img

Kebutuhan Daging Sapi Diprediksi Meningkat, Disnakkan Ciamis Pastikan Kualitas Daging Berkualitas 

Lokacita, Ciamis: Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Ciamis pastikan daging kurban layak untuk dikonsumsi.

Giyatno selaku kepala Disnakkan Kabupaten Ciamis mengungkapkan, pihaknya meningkatkan intensitas pekerjaan untuk menjamin kualitas daging.

“Kita meningkatkan intensitas kinerja dalam upaya untuk menghindari penyebaran penyakit yang bisa menyerang pada hewan,” ungkapnya.

Dia menambahkan, pihaknya juga selalu berusaha meningkatkan informasi dan edukasi kepada masyarakat tentang menjaga kualitas daging.

“Kita tahu kalau daging yang sudah terpapar penyakit tidak layak dikonsumsi, maka dari itu pecegahan melalui edukasi perlu dilakukan,” tambahnya.

Menjelang Idul Adha, kebutuhan hewan kurban akan meningkat menjelang Idul Adha 2024.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Disnakkan Ciamis, Giyatno pada Selasa (14/05/2024).

Menurutnya, kebutuhan hewan kurban tersebut diprediksi naik sekitar 2-5 persen.

“Pertama sapi, ketersediannya sekitar 12 ribu sedangkan untuk kebutuhan tahun ini kami prediksi ada kenaikan sekitar 11.697,” ungkapnya.

Ada peningkatan dari tahun sebelumnya, menurut Giyatno untuk sapi lokal sekitar 20-30 persen merupakan sapi dari luar Ciamis.

Selain itu, pihak Disnakkan Ciamis akan melakukan pemeriksaan hewan kurban sebanyak dua kali untuk mencegah penyakit mulut dan kuku (PMK).

“Nanti kami akan melakukan pemeriksaan Antemorthem yang diperkirakan akan dilaksanakan pada tanggal 3 sampai 6 Juni mwndatang. Setelah itu dilanjutkan dengan pemeriksaan Posmorthem,” kata Giyatno.

Berikan Pemahaman Terkait Tata Cara Penyembelihan Hewan Kurban.

Selain pemeriksaan kesehatan hewan kurban, Giyatno menambahkan akan memberikan edukasi terkait penyembelihan hewan kurban.

“Kami dari Disnakkan Ciamis akan melibatkan juru sembelih yang akan mengedukasi dan memberikan tutorial terkait hal tersbeut,” ungkapnya.

Selain itu, Giyatno juga mengumbau kepada masyarakat terkait penggunaan tempat daging kurban untuk menggunakan bahan yang ramah lingkungan.

“Konsep tersebut sebagai bentuk mengurangi penggunaan kantong plastik dan steorofrom. Bisa diganti dengan daun atau besek dari bambu,” ujarnya.

Bagikan

Komentar

Artikel Terkait
- Advertisment -spot_img

Terbaru