Ciamis – Pemerintah Kabupaten Ciamis terus menunjukkan komitmennya dalam menekan angka stunting melalui pendekatan yang lebih strategis dan berbasis data. Dalam Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Ciamis Tahun 2025 yang digelar di Aula TP PKK, Senin (29/9/2025).
Sekretaris Daerah (Sekda) Ciamis, Andang Firman Triyadi sekaligus Ketua TPPS Kabupaten Ciamis, menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dan fokus pada data sebagai dasar penanganan.Rakor tersebut dihadiri oleh para kepala OPD tewrkait, perwakilan anggota TPPS dari berbagai tingkat, serta 20 desa lokus stunting yang masing-masing diwakili oleh kepala desa.
Dalam sambutannya, Sekda menyampaikan bahwa penurunan stunting telah menjadi salah satu program prioritas nasional, dengan target prevalensi stunting turun menjadi 18,8% pada tahun 2025, sebagaimana ditetapkan dalam strategi nasional dan dikonfirmasi oleh BKKBN.
“Program ini bukan hanya milik satu instansi atau sektor saja, tapi merupakan tanggung jawab bersama. Penanganan stunting harus dilakukan secara konvergen, dari pusat hingga desa, dan yang paling penting, harus berbasis data yang valid di setiap desa,” tegas Sekda.
Menurutnya, penggunaan data yang akurat sangat penting untuk memastikan bahwa setiap intervensi yang dilakukan benar-benar menyasar kelompok yang tepat. Oleh karena itu, ia mendorong seluruh anggota TPPS agar tidak hanya merancang program, tetapi juga memastikan implementasi di lapangan sesuai dengan kondisi riil di masyarakat.
Sekda juga meminta agar TPPS di tingkat kecamatan dan desa aktif menjalin koordinasi dengan Puskesmas serta UPTD P5A untuk memperoleh dan memutakhirkan data sasaran. Data ini nantinya harus dilaporkan secara berkala melalui Aplikasi Aksi Konvergensi, sebagai bentuk akuntabilitas program.
“Stunting tidak cukup ditangani dengan pendekatan seragam. Harus ada data, harus ada sinergi, dan harus ada tindakan nyata di lapangan. Ini adalah kerja kolaboratif yang menuntut komitmen bersama,” ujarnya.
Lebih lanjut, Sekda mengajak seluruh peserta rakor untuk langsung mengambil langkah nyata dalam percepatan penurunan stunting, baik melalui intervensi spesifik (seperti pelayanan gizi dan kesehatan) maupun sensitif (seperti penyediaan air bersih dan sanitasi).
Rapat koordinasi ini menjadi wadah konsolidasi sekaligus penguatan arah kebijakan dalam percepatan penurunan stunting di Ciamis, dengan harapan semua pemangku kepentingan dapat bergerak bersama secara efektif, efisien, dan tepat sasaran.






